Materi Pokok 3 : Menjadi Orangtua HEbAT, Mendidik Anak dengan Rileks dan Optimis

Menjadi orangtua HEbAT adalah memahami dan menjalankan Pendidikan berbasis rumah dengan rileks dan optimis lewat sebuah Gerakan pembelajaran untuk mengembalikan esensi Pendidikan ke dalam rumah dan komunitasnya, dengan optimalisasi tanggung jawab dan peran ayah bunda dalam rangka membentuk karakter kedewasaan seorang anak. Rileks bersumber dari hati dan keluar dalam bentuk aktivitas yang tidak menekan, terutama melelahkan jiwa. Optimis juga bersumber dari hati. Sebuah keyakinan yang bisa membangkitkan semangat untuk bergerak lebih baik, tak mudah patah, lemah, dan terpuruk.


Untaian kalimat penuh motivasi itu merupakan salah satu materi yang dibahas dalam materi pokok 3 Matrikulasi HEbAT Community. Setelah di awal matrikulasi kita membahas mengenai makna pernikahan dan peran suami istri dalam keluarga, pekan kedua membahas komunikasi efektif dalam keluarga, di pekan ketiga ini kita mempelajari kembali bagaimana menjadi orangtua HEbAT yang mampu mendidik anak dengan rileks dan optimis.


Semua berawal dari rumah.

Rumah adalah tempat keluarga mengikat diri secara fisik, psikis, biologis, dan ideologis. Keterikatan memerlukan kelekatan. Pada saat sebuah keluarga merasakan kedekatan maka akn tumbuh kelekatan sehingga hadir keterikatan antara anggota keluarga yang satu dengan yang lainnya. Rumah adalah suatu nikmat dari Allah SWT yang terkadang dilupakan, padahal dengan adanya rumah sebuah keluarga bisa mendapatkan banyak sekali kemudahan dan kesenangan dalam hidup. Rumah sebagai tempat mengikat anggota keluarga secara fisik, psikis, biologis, dan ideologis akan semakin barokah jika ada aktivitas pemeliharan terhadap keluarga, yaitu pemeliharaan terhadap istri dan anak-anak dari api neraka. 


Upaya pemeliharaan terhadap keluarga dilakukan dengan cara memberikan pendidikan berbasis rumah kepada anggota keluarga. Tanpa aktivitas mendidik, rumah diibaratkan seperti sarang laba-laba, hanya tempat memerangkap makanan, berkembang biak, sangat terbuka dan tanpa perlindungan dari terik dan hujan, mudah dirusak.


Orang tua sebagai pendidik memiliki anugerah bakat yang dimanfaatkan untuk mendidik anaknya, termasuk menemaninya supaya bisa mengenali, memahami dan menemukan bakat anak. Jika orang tua dan anak bisa menemukan dan mengembangkan bakatnya maka keluarga tersebut akan melakukan peran terbaik di masa mendatang sehingga bisa memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi diri sendiri, keluarga, masyarakat dan sekitarnya. Oleh karena itu, tidak ada istilah orangtua tertukar atau anak tertukar karena Alloh SWT memang telah menciptakan orangtua A untuk anaknya A dan orangtua B untuk anaknya B.


Upaya mengembangkan bakat seorang anak bisa dilakukan dengan melakukan berbagai aktivitas menggunakan segala potensi yang ada di sekitar rumah disesuaikan kebutuhan, keinginan, kemampuan dan keahlian anak itu sendiri, hal ini untuk mempersiapkan anak berkegiatan dalam skup sosial yang lebih luas. Ciri utama seorang anak sudah menemukan bakatnya adalah dia bisa berkreasi, karena islam mengajarkan agar setiap muslim tampil sebagaimana dirinya sendiri dalam berinovasi serta bisa memilah mana hal yang dikuasai mana yang tidak dikuasai, sehingga bisa memposisikan diri dengan benar.

Home Education menurut komunitas HEbAT adalah pendidikan berbasis rumah yang fokus pada pondasi keluarga, penguatan karakter positif, pemaknaan belajar, penerapan ilmu dan latih kemaslahatan. Dalam komunitas HEbAT, istilah Home Education berbeda dengan Home Schooling. Jika Home Education mengembalikan basis pendidikan ke rumah, sedangkan Home Schooling, memindahkan sekolah ke rumah. Dalam konsep Home Education, anak-anak dapat saja tetap bersekolah di lembaga formal, namun orangtua menyadari bahwa sejatinya pendidikan adalah tanggungjawab mereka, basisnya dari rumah.


Dalam Home Education perlu ada unsur-unsur yang membentuk satu kesatuan dimana peranan satu sama lain erat saling mempengaruhi, yakni:

1. Suami dan Istri.

2. Ayah Bunda

3. Anak, individu menuju dewasa.

4. Keluarga, tim menuju visi, menjalani misi.

5. Pondasi dan pemikiran (aqidah akhlak dan wawasan penguat)

6. Potensi (yang sifatnya nature) sebagai bawaan. Spesifiknya Bakat.

7. Lingkungan (yang sifatnya nurture) sebagai stimulus. Mempengaruhi karakter dan pengembangan kapasitas diri.

8. Aktivitas (proses dengan goals rileks optimis).

Spesifik untuk aktivitas HEbAT adalah proses Home Education dengan goals rileks dan optimis. Rileks bersumber dari hati dan keluar dalam bentuk aktivitas yang tidak menekan, terutama melelahkan jiwa. Optimis juga bersumber dari hati. Sebuah keyakinan yang bisa membangkitkan semangat untuk bergerak lebih baik, tak mudah patah, lemah dan terpuruk. Terlebih dalam proses Home Education godaan melihat kelebihan orang lain, anak orang lain, konsep orang lain sebagai pembanding. Rileks dan optimis ini buah dari sabar, syukur, ikhlas, berbaik sangka, positif thinking dan pemikiran yang tidak mengekang kemerdekaan memilih dan berkreasi, pemikiran yang sesuai kebutuhan dan potensi serta pemikiran mengetahui apa yang di mau. Berupa aktivitas:

 Keteladanan

 Memberi contoh

 Bermain

 Aktivitas pengenalan dan identifikasi

 Berlatih keterampilan, mulai dari life skill (keterampilan standar) lalu keterampilan khusus.

 Project, ada kriterianya dengan karakter HEbAT

 Tantangan: menguatkan mental.

 Pengajaran yang bermakan: tidak hanya sejedar transfer materi

Komentar

Postingan Populer