Dua Anak Lelaki
Memiliki dua anak laki-laki dengan rentang usia 3 tahun adalah sebuah anugerah luar biasa yang telah diamanahkan Allah kepada saya. Sebuah amanah yang memberikan banyak pelajaran berharga dalam hidup.
Lahir dari rahim yang sama, mereka tidak lantas memiliki wajah maupun karakter yang sama. Benar adanya jika setiap anak itu unik. Bahkan anak kembar sekalipun tidak akan sama persis dengan saudara kembarnya. Apalagi saudara yang berbeda usia.
Begitulah pula dengan dua anak lelaki saya. Mereka bahkan terlihat memiliki sikap yang berlawanan. Kakaknya lebih pendiam, tapi mudah menyesuaikan diri. Sementara adiknya lebih agresif, namun agak sulit beradaptasi. Salah satu indikatornya terlihat ketika mereka bersekolah. Sejak kakaknya play group sampai kini kelas 4 SD, Alhamdulillaah tak ada masalah dalam beradaptasi dan bersosialisasi dengan lingkungan sekolahnya. Berbeda dengan adiknya yang hampir setiap awal tahun ajaran baru memerlukan waktu yang agak lama untuk beradaptasi dengan lingkungan barunya.
Secara fisik, mereka pun memiliki beberapa perbedaan. Kakaknya lebih mirip saya, sementara adiknya lebih mirip ayahnya. Cukup adil bukan? 😎😁. Kami yakin bahwa kemiripan itu adalah kehendak Allah yang telah tertulis jauh sebelum mereka lahir ke dunia. Meskipun tetap saja sebagai manusia, kita seringkali berspekulasi dengan kenyataan.
Konon katanya, kemiripan itu berhubungan dengan besarnya kekuatan rasa cinta yang hadir diantara orangtuanya. Jika saat hamil sang ibu cintanya lebih kuat kepada ayahnya, maka anaknya akan mirip ayahnya. Sebaliknya, jika saat hamil rasa cinta ayahnya lebih kuat kepada ibunya, maka anaknya akan mirip ayahnya. Entah apakah analisa ini benar atau sekedar mitos, yang pasti saya bisa bernafas lega. Kenapa? karena jika analisa itu benar, maka berarti kekuatan cinta diantara kami seri (1-1) alias satu sama 😂.
Di luar adanya mitos mengenai faktor yang mempengaruhi kemiripan anak dengan orangtuanya, sebenarnya ada analisa lain yang saya yakini berpengaruh besar dalam menentukan kemiripan ini. Setidaknya saya yakin karena saya mengalami dan merasakan sendiri. Dari hasil pengamatan dan observasi terhadap keluarga saya sendiri, kemiripan anak dengan orangtuanya bisa dipengaruhi oleh golongan darah.
Seperti kita ketahui, seorang anak akan mewarisi golongan darah dari orangtuanya. Bisa sama dengan ayahnya, sama dengan ibunya, atau perpaduan dari keduanya. Bapak saya memiliki golongan darah B, Ibu berdarah O, dan saya berdarah B. 99% orang-orang di sekitar saya berkata bahwa saya sangat mirip Bapak. Anak pertama saya memiliki golongan darah B, dan ternyata ia lebih mirip saya dan kakeknya. Sementara anak kedua saya memiliki golongan darah O. Bisa ditebak dong, tentunya ia mewarisi darah itu dari Ayahnya. Dan ia memang lebih mirip Ayahnya 😂.
Sebenarnya saya belum pernah membaca referensi ilmiah yang menyatakan adanya hubungan antara golongan darah terhadap kemiripan anak dengan orangtuanya. Analisa ini hanyalah sekedar dugaan dari hasil observasi amatiran. Adapun jika memang sudah ada penelitian ilmiah tentang hal ini, berarti saya lah yang kurang pengetahuan dan kurang banyak membaca. Maka dari itu, setelah menulis tentang ini saya akan mencoba mencari referensi tentang hal tersebut, sehingga mudah-mudahan apa yang saya dapatkan nanti bisa saya tuangkan kembali menjadi sebuah tulisan.
Komentar
Posting Komentar