Materi Pokok 2 : Komunikasi Efektif dalam Keluarga

Menikah dengan orang yang kita cintai itu biasa, akan tetapi mencintai orang yang kita nikahi itu luar biasa. Maka semakin hari pantaslah jika kita terus memupuk rasa cinta itu. Cinta sebagai pasangan, bukan cinta sebagai teman atau saudara, karena feelnya berbeda.

Saat kita mau memupuk cinta, maka dengan sendirinya suami akan terdorong untuk bertanggungjwab dengan hak-hak istri, sebaliknya istri akan semakin taat dan mudah memenuhi kewajibannya karena hak-haknya dipenuhi oleh suami.

Cinta perlu diungkapkan baik dengan perbuatan maupun perkataan, inilah seni komunikasi suami istri dalam merawat kebersamaan 🌹. (Materi Pokok 2)


Jika rumah tangga diibaratkan pesawat terbang, maka suami istri berperan sebagai pilot dan copilot nya. Apa yang terjadi jika pilot dan copilot menerbangkan pesawat tanpa berkomunikasi?

Jika menerbangkan pesawat saja membutuhkan koordinasi dan komunikasi yang baik antara pilot dan copilot, apalagi membangun rumah tangga yang notabene akan dijalani sepanjang sisa hidup kita. Kita tak tahu seberapa lama lagi jarak yang akan ditempuh hingga mencapai tujuan akhir. Oleh karena itu, agar perjalanan rumah tangga tetap terkendali, tentu harus ada komunikasi dari suami istri.

Komunikasi memang tak semudah menjentikkan jari.
Komunikasi bukan hanya unjuk gigi, tapi juga membutuhkan empati.

Lalu bagaimana pola komunikasi efektif dalam keluarga? It will different from each other. Yuk, kita temukan karakter unik dari diri dan pasangan kita masing-masing, agar kita mampu menjalin komunikasi yang tepat sasaran 😁.

Belajar dari pengalaman, memahami karakter pasangan dalam berkomunikasi itu sangat penting bagi tercapainya tujuan 😆. Biasanya. perempuan sangat senang sekali main kode-kodean, sementara pada umumnya laki-laki kesulitan dalam hal membaca kode.

Seperti saat itu..
"Yah, dasterku udah mulai lusuh nih," ujarku pada suami.
"Oh, tapi masih bisa dipake kan?" tanyanya singkat. Aku hanya bisa menjawab iya tanpa ada kelanjutannya lagi.

Di lain waktu..
"Yah, daster yang ini robek."
"Masih bisa dijahit gak? Masih ada daster lain?" tanyanya santai.
Ampun deeeh, kok ya gak ngerti-ngerti juga ya..

Beberapa waktu kemudian..
"Yah, aku mau beli daster dong.. udah gak punya daster yang nyaman nih..," ujarku merajuk dengan jurus pamungkas.
"Yaudah beli aja, berapa perlunya?".
Closing, dear 😆. Semudah itu, tanpa kode-kodean, hanya perlu to the point dengan tambahan bumbu jurus pamungkas 😅.

Komentar

Postingan Populer