Homestay SuperKamp : Kunjungan Dapur Medkom Pusat (Part 1)

Pada kunjungan dapur kali ini aku dan traveller di SuperKamp mendapatkan kesempatan untuk homestay di dapur media komunikasi (medkom) tim komunitas pusat. Waaa seruuu! Ada banyak insight, inspirasi, dan ilmu baru yang didapat.

Medkom adalah salah satu peran dalam komponen yang berhubungan erat dengan pengelolaan media komunikasi, seperti platform media sosial. Jika ibaratkan sosmed Kampung Komunitas IP pusat adalah sebuah bangunan. Untuk mendirikan bangunan, tentu kita perlu merancang lalu membuat pondasi yang kuat dan juga mengantongi IMB dari Kerja Kampung Komunitas.

Lalu bagaimana cara tim Medkom membangun pondasi?

Awal mereka membangun sosmed komunitas adalah membuat pondasinya dulu. Fungsinya supaya mampu berdiri kokoh dan bertumbuh dengan baik. Tidak akan bingung mau tumbuh tinggi dan lebar atau tumbuh merambat di pagar tetangga. Pondasi ini meliputi:

🌸 Menetapkan apa brand value sosmed komunitas pusat.
🌸 Apa tujuan sosmed komunitas pusat
🌸 Target audience. Who are we talking to?
🌸 Kita mau style output komunikasi kita seperti apa? Ini disebut tone and manner
Brand Value Medkom Kampung Komunitas adalah be the best version of yourself to give back alias berguna bagi keluarga, agama, nusa, dan bangsa. Maka, kalau ada materi yang kiranya tidak bisa bermanfaat untuk diterapkan ke sekitar, maka otomatis tertolak.
Tone and Manner sangat penting karena ini merupakan style komunikasi agar semua output menjadi seragam. Jadi tidak akan ada yang hari ini desain-nya feminin, besok bernuansa childish. Tone and manner Medkom Kampung Komunitas adalah Fun, Modern, Inspiratif.

🌸 Kemudian tetapkan pagar-pagarnya.
• Apa yang harus ada (Mandatory)
Yang harus ada adalah elemen standar, yang dituangkan dalam template.
• Apa yang tidak boleh dimasukkan (Restriction)
Di sini, tim medkom memiliki misi untuk menjalankan peran sebagai ibadah. Karena ibadah, maka merek juga berhati-hati agar bisa menjadi amalan yang tidak dibenci Allah, yaitu tidak melanggar syariat. Supaya kelak saat hisab, mereka bisa mempertanggungjawabkan dengan baik.

Beberapa di antaranya:

❌ Tidak menggunakan aplikasi/software bajakan, visual/grafis milik orang lain tanpa ijin (copyright),
❌ Tidak menggambar makhluk hidup lengkap,
❌ Tidak menggunakan musik
❌ Tidak menampilkan foto/video wanita.

Setiap konten media yang mereka buat memiliki style yang agak berbeda, tanpa menghilangkan value Ibu Profesional itu sendiri.


Membangun Dinding

Setelah menyiapkan pondasinya, yang perlu dilakukan adalah membangun dinding-dindingnya. Yaitu penetapan konten yang disebut RUBRIK.

Total ada 8 Rubrik:
🔅 Rubrik Ibu Bisa. Konten untuk ibu-ibu improve skill dan knowledge.
🔅 Rubrik Pesan Ibu. Isinya quote inspiratif untuk memberi semangat.
🔅 Rubrik Ibu Tamasya. Ini seru, karena banyak yang ingin jadi kontributor. Wisata kuliner, wisata budaya, wisata pariwisata, apa saja bisa masuk disini.
🔅 Rubrik Karya Ibu. Ini merupakan rubrik favorit para rumbel. Karena di sini, mereka bisa pamer karya, yang bisa jadi ajang promosi juga untuk menarik anggota baru.
🔅 Rubrik Pesona Ibu, tentang health and beauty.
🔅 Rubrik Ibu Menyapa, konten ringan.
🔅 Rubrik Ibu Inspiratif
🔅 Rubrik Berita Ibu, untuk info event

Semua konten ini akan kembali ke brand value sosmed Kampung Komunitas. Kalau kontennya tidak sesuai value, maka harus rework ulang, agar sesuai pondasinya tadi.

Sosmed Kampung Komunitas bisa diibaratkan bangunan, bisa juga sebuah pohon. Kalau sebagai pohon, kita menyiapkan akar yang kuat (pondasi) dan membuat dinding (pagar) supaya tidak merambat ke dinding tetangga atau malah nemplok jadi benalu di pohon lainnya.


Memupuk Pertumbuhan


Jika sudah menanam akar yang bagus, maka langkah selanjutnya adalah membuat pagar-pagar supaya tetap tumbuh di jalur yang benar, dan memberi pupuk yang bagus supaya berbuah. Di tim medkom, salah satu tanggung jawabnya adalah pertumbuhan sosmed. 

Bagaimana caranya membuat pertumbuhan sosmed?

Tim medkom harus belajar digital marketing. Apakah informasinya semua disuapi dari pusat? Tentu tidak. Sebagai Ibu Profesional, mereka harus bisa dan mau proaktif mencari dan mempelajari ilmunya sendiri. Belajar secara mandiri. Tidak boleh hanya menunggu disuapi.

Setelah belajar, mereka lalu menetapkan jadwal posting, trial and error jenis konten dan desain yang menarik, cara menghitung engagement rate, dan sebagainya. Yang tidak kalah penting, tim juga harus rajin-rajin juga riset dan evaluasi secara berkala.

Prinsipnya meskipun mereka bekerja tanpa gajian, tapi mereka tetap harus bekerja secara profesional. Karena mereka adalah IBU PROFESIONAL 😍😍😍😍😍


Teamwork

Supaya pohon sosmed komunitas bisa tumbuh dengan sehat, baik, kokoh, dan berbuah, maka mereka juga perlu bekerja sama mewujudkan tujuan itu.

Di sinilah peran setiap anggota tim sangat sangat sangat penting. Tidak ada yang tidak memiliki fungsi dan peran penting. Setiap orang memegang peran sesuai dengan passion dan skill-nya. Yang suka menggambar, diberi tanggung jawab sebagai ilustrator.Yang jago meramu kalimat canggih, diberi amanah menjadi Content Writer. 

Mereka berharap semua yang ada di dalam tim menjalankan perannya dengan bahagia dan berbinar-binar, sesuai apa yang pernah disampaikan Ibu Septi mengenai passion. Karena jika sudah happy, maka kita akan bekerja dengan hati ❤️.

Masya Allah Tabarakallah

(Bersambung)

Komentar

Postingan Populer