Resolusi 2021

Mengawali 2021, ada banyak program, rencana, dan resolusi yang ingin kujalankan. Perjalanan selama satu tahun kemarin menjadi refleksi bagi rencana perjalananku satu tahun ke depan. Ingin menjadi lebih baik dari sebelumnya, tentu menjadi harapan terbesarku di awal tahun ini.

Lalu, apa resolusiku di tahun 2021 ini?
Banyak. Tentu tak bisa dituliskan semua disini, karena ada hal-hal yang cukup aku dan keluargaku saja yang tahu. Atau bahkan bisa jadi cukup aku dan Tuhanku saja yang tahu. Disini, akan kutuliskan beberapa harapan yang bisa kubagi dan kusimpan dalam sebuah layar visual bernama blog.

Harapan utamaku di tahun 2021 adalah bisa menjalankan peran utamaku dengan lebih baik. Tentu saja ini terkait dengan peranku sebagai hamba Allah SWT dan peran domestik di rumah sebagai istri, ibu dan juga anak. Meski terlihat mudah, kenyataannya menjalankan peran tersebut sungguh sangat menantang. Apalagi dengan kondisi saat ini yang berbeda dengan masa-masa sebelumnya.

Namun di balik semua tantangan tersebut, ada pahala yang begitu besar yang bisa kita dapatkan jika kita mampu menjalani peran tersebut dengan penuh keikhlasan. Seperti yang Rasulullah SAW sampaikan pada putrinya tercinta, Fatimah Azzahra yang saat itu sedang menggiling gandum sambil menangis. Fatimah menjelaskan bahwa menggiling gandung dan semua pekerjaan rumah tangga membuatnya bosan. Karena itu, dia menangis.

Nabi berkata, jika Allah menghendaki, niscaya penggilingan itu bisa berputar sendiri untuk putrinya. Akan tetapi, Allah menghendaki beberapa kebaikan ditulis dan beberapa kesalahan dihapuskan dari Fatimah. Ia diangkat derajatnya oleh Allah. ''Ya Fatimah, jika perempuan menggiling tepung untuk suami dan anak-anaknya, maka Allah menuliskan untuknya dari setiap biji gandum yang digilingnya suatu kebaikan dan mengangkatnya satu derajat.''

''Ya Fatimah, jika perempuan berkeringat ketika ia menggiling gandum untuk suaminya, maka Allah menjadikan antara dirinya dan neraka tujuh buah parit. Jika ia meminyaki dan menyisir rambut anak-anaknya dan mencuci pakaian mereka, Allah akan mencatatkan pahala orang yang memberi makan seribu orang lapar dan memberi pakaian seribu orang telanjang. Jika perempuan menghalangi hajat para tetangganya, Allah akan menghalanginya dari air telaga Kausar di hari kiamat.''

''Ya Fatimah, hal yang lebih utama dari semua itu adalah keridhaan suami terhadap istrinya. Jika suamimu tidak ridha padamu, tidaklah akan aku doakan kamu. Tahukah engkau bahwa ridha suami bernilai lebih di hadapan Allah dan kemarahannya adalah kemarahan Allah?''


Nabi kemudian mengungkapkan segala kebaikan lain yang bakal diraih perempuan sebagai rumah tangga, salah satunya adalah, ''Jika perempuan melayani suaminya sehari semalam dengan baik hati, ikhlas, serta niat yang benar, Allah akan mengampuni semua dosanya dan akan memakaikannya sepersalinan pakaian hijau dan dicatatkan untuknya dari setiap helai bulu dan rambut yang ada pada tubuhnya seribu kebaikan dan dikaruniakan untuknya seribu pahala haji dan umrah.''

Masya Allah, dengan segala kebaikan tersebut, pantaskah aku masih sering mengeluh? Astagfirullaahal'adziim..

Selain ingin meningkatkan kualitas diri sebagai seorang ibu rumah tangga, aku ingin lebih fokus menjalani homeschooling bersama anak bungsuku, dan fokus mendampingi anak sulungku yang sebentar lagi beranjak pemuda. Salah satu ikhtiar untuk mewujudkannya, di awal tahun ini aku mengikuti program kelas belajar homeschooling di Rumah Inspirasi. Mudah-mudahan dengan mengikuti kelas ini aku mendapatkan lebih banyak insight dalam melaksanakan proses homeschooling bersama anakku.

Harapan ketigaku, aku ingin menjadi orang yang bermanfaat bagi diriku, keluarga, dan lingkungan sekitar. Salah satunya adalah dengan melakukan hal-hal yang aku sukai yang bisa berdampak dan memberikan nilai manfaat bagi orang lain. Hal ini bisa aku lakukan dengan menjalankan peranku di sekolah dan di komunitas yang aku ikuti. Dengan cara demikian, aku bisa berkontribusi semampunya dengan tetap menjalankan hobi dan passionku.

Komentar

Postingan Populer