Catatan Observasi Sifat/Karakter B.A.Y.A (1)
Observasi Perkembangan Anak
Nama : Bayanaka Arnawama Yardhan Ashena (BAYA)
Tanggal lahir : 21 April 2013
Aspek yang diobservasi: Sifat atau karakter yang muncul atau terlihat dominan.
1. Rasa ingin tahu yang tinggi
Pada usianya yang kini sudah lebih dari 7 tahun, Baya semakin menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi terhadap segala hal yang menarik perhatiannya. Dari keingintahuannya tersebut, muncullah beragam pertanyaan yang kadang membuat orangtuanya harus berpikir keras untuk menjawabnya. Kadang pertanyaan-pertanyaan spontanitas pun muncul tanpa diduga. Salah satu kekepoannya yang sangat terlihat adalah, ia selalu ingin tahu apa yang dibicarakan orang-orang yang berada di dekatnya. Misalnya, ketika ia sedang berada dalam satu ruangan bersama saya dan kakaknya, ia akan segera ngeh jika diantara saya dan kakaknya saling berkomunikasi. Ia akan bertanya kembali jika ia merasa belum paham atau belum mendengar jelas apa yang saya dan kakaknya bicarakan.
2. Suka mengatur
Di rumah, Baya termasuk karakter anak yang suka mengatur. Ketika egosentrisnya muncul, ia akan berusaha mengatur orang-orang di sekitarnya agar sesuai dengan kehendaknya. Saat usianya belum 7 tahun, jika ada hal yang tak sesuai kehendaknya, tak jarang ia menunjukkan kekesalan dengan marah-marah atau menangis. Seiring perkembangan usianya, alhamdulillaah kini ia sudah mulai mampu mengontrol dirinya dan berusaha menerima jika ada sesuatu hal yang tidak sesuai dengan yang ia harapkan.
3. Berjiwa kompetitif
Jiwa kompetitif ini mulai terlihat saat Baya mulai menyadari keberadaan orang lain, terutama kakaknya yang selalu ada bersamanya. Di usia balita, saat ia mulai memahami istilah bisa-tidak bisa, berhasil-gagal (belum berhasil), serta istilah kalah-menang, maka ia selalu ingin menjadi orang yang paling bisa dan ingin selalu menang. Oleh karena itu, saya selalu memberikan ia pijakan bahwa kalah-menang itu biasa dan bukan tujuan akhir. Pada saat memasuki usia 7 tahun, ia bahkan sering protes jika ia tidak bisa melakukan apa yang kakaknya lakukan. Misalnya dalam hal menggambar. Kakaknya yang hobi menggambar di usianya yang 3 tahun lebih tua dari Baya tentu memiliki kemampuan yang berbeda dengannya. Baya sempat sering protes karena menurutnya hasil gambarnya tidak sebagus hasil gambar kakaknya. Dengan terus diberikan pijakan dan pengertian. Alhamdulillah ia bisa menerima bahwa setiap orang memiliki kemampuan masing-masing yang tidak bisa disamaratakan. Seiring waktu berjalan pula, ia mulai mampu menerima kekalahan, kegagalan, ataupun kekecewaan.
Nama : Bayanaka Arnawama Yardhan Ashena (BAYA)
Tanggal lahir : 21 April 2013
Aspek yang diobservasi: Sifat atau karakter yang muncul atau terlihat dominan.
1. Rasa ingin tahu yang tinggi
Pada usianya yang kini sudah lebih dari 7 tahun, Baya semakin menunjukkan rasa keingintahuan yang tinggi terhadap segala hal yang menarik perhatiannya. Dari keingintahuannya tersebut, muncullah beragam pertanyaan yang kadang membuat orangtuanya harus berpikir keras untuk menjawabnya. Kadang pertanyaan-pertanyaan spontanitas pun muncul tanpa diduga. Salah satu kekepoannya yang sangat terlihat adalah, ia selalu ingin tahu apa yang dibicarakan orang-orang yang berada di dekatnya. Misalnya, ketika ia sedang berada dalam satu ruangan bersama saya dan kakaknya, ia akan segera ngeh jika diantara saya dan kakaknya saling berkomunikasi. Ia akan bertanya kembali jika ia merasa belum paham atau belum mendengar jelas apa yang saya dan kakaknya bicarakan.
2. Suka mengatur
Di rumah, Baya termasuk karakter anak yang suka mengatur. Ketika egosentrisnya muncul, ia akan berusaha mengatur orang-orang di sekitarnya agar sesuai dengan kehendaknya. Saat usianya belum 7 tahun, jika ada hal yang tak sesuai kehendaknya, tak jarang ia menunjukkan kekesalan dengan marah-marah atau menangis. Seiring perkembangan usianya, alhamdulillaah kini ia sudah mulai mampu mengontrol dirinya dan berusaha menerima jika ada sesuatu hal yang tidak sesuai dengan yang ia harapkan.
3. Berjiwa kompetitif
Jiwa kompetitif ini mulai terlihat saat Baya mulai menyadari keberadaan orang lain, terutama kakaknya yang selalu ada bersamanya. Di usia balita, saat ia mulai memahami istilah bisa-tidak bisa, berhasil-gagal (belum berhasil), serta istilah kalah-menang, maka ia selalu ingin menjadi orang yang paling bisa dan ingin selalu menang. Oleh karena itu, saya selalu memberikan ia pijakan bahwa kalah-menang itu biasa dan bukan tujuan akhir. Pada saat memasuki usia 7 tahun, ia bahkan sering protes jika ia tidak bisa melakukan apa yang kakaknya lakukan. Misalnya dalam hal menggambar. Kakaknya yang hobi menggambar di usianya yang 3 tahun lebih tua dari Baya tentu memiliki kemampuan yang berbeda dengannya. Baya sempat sering protes karena menurutnya hasil gambarnya tidak sebagus hasil gambar kakaknya. Dengan terus diberikan pijakan dan pengertian. Alhamdulillah ia bisa menerima bahwa setiap orang memiliki kemampuan masing-masing yang tidak bisa disamaratakan. Seiring waktu berjalan pula, ia mulai mampu menerima kekalahan, kegagalan, ataupun kekecewaan.
Komentar
Posting Komentar