Awal dari Sebuah Catatan Perkembangan
Hari ini saya terinspirasi untuk mencatat hasil observasi saya mengenai sifat dan karakter anak yang selama ini terlihat. Idealnya, observasi ini dilakukan sejak anak-anak lahir, sebagai catatan perkembangan anak. Catatan tersebut akan sangat membantu dan bermanfaat untuk menganalisis kecenderungan bakat anak. Namun demikian, tak ada kata terlambat untuk memulai hal positif. Meskipun saat ini anak sulung sudah berusia 10 tahun dan bungsu 7 tahun, catatan ini insya Allah akan sangat bermanfaat sekali bagi proses pengasuhan dan pemetaan bakat mereka ke depannya.
Pemetaan bakat ini menurut saya sangat penting bagi anak-anak, agar mereka tau apa yang mereka sukai, apa tujuan hidup mereka, apa yang harus mereka lakukan, dan bagaimana hal-hal yang mereka sukai itu bisa mendatangkan manfaat dan kebaikan.
Salah satu cara memetakan bakat adalah dengan melihat karakter yang dominan pada anak. Pada dasarnya, setiap anak dilahirkan dengan segenap fitrah yang mereka miliki. Tugas kita sebagai orangtua adalah membangun dan mengembangkan fitrah tersebut agar mereka menjadi sebaik-baiknya manusia dengan perannya masing-masing.
Dalam perjalanannya, tentu ada banyak sifat dan karakter yang anak-anak tunjukkan, yang terkadang kemunculannya tak bisa diprediksi. Saat ini bisa jadi ia mandiri, tapi bisa jadi esoknya tiba-tiba ia menjadi sangat ketergantungan. Selama ini anak kita terlihat begitu pemalu, tetapi tiba-tiba pada suatu kondisi tertentu ia berubah menjadi anak yang percaya diri dan pemberani.
Sebagai makhluk hidup yang dikarunia akal pikiran, tentu perkembangan manusia sangat bisa untuk berubah-ubah. Terlebih lagi pada usia anak-anak, dimana mereka masih senang meniru dan suka bereksplorasi. Jadi tak heran, jika kita mendapati ketidakkonsistenan dalam perilaku dan karakter anak. Itulah mengapa, dalam pemetaan bakat anak, biasanya anak akan mulai terlihat bakatnya yang konsisten pada usia 14/15 tahunan. Pada rentang usia 0-15 tahun itulah, kita sebagai orangtua perlu memberikan berbagai macam kegiatan dan pengetahuan sehingga anak bisa kaya gagasan, kaya kegiatan, dan kaya pengalaman. Ketika anak sudah mengetahui dan mencoba beragam aktivitas yang bisa mengasah bakatnya, maka kita akan melihat kecenderungan bakat yang mereka tampilkan, dan anak pun akan mampu menemukan sendiri bakat yang ada dalam dirinya.
Baiklah, semoga Emak bisa konsisten menjaga semangat dalam mencatat hasil observasi perkembangan anak. Aamiin.. semangaaat!
Pemetaan bakat ini menurut saya sangat penting bagi anak-anak, agar mereka tau apa yang mereka sukai, apa tujuan hidup mereka, apa yang harus mereka lakukan, dan bagaimana hal-hal yang mereka sukai itu bisa mendatangkan manfaat dan kebaikan.
Salah satu cara memetakan bakat adalah dengan melihat karakter yang dominan pada anak. Pada dasarnya, setiap anak dilahirkan dengan segenap fitrah yang mereka miliki. Tugas kita sebagai orangtua adalah membangun dan mengembangkan fitrah tersebut agar mereka menjadi sebaik-baiknya manusia dengan perannya masing-masing.
Dalam perjalanannya, tentu ada banyak sifat dan karakter yang anak-anak tunjukkan, yang terkadang kemunculannya tak bisa diprediksi. Saat ini bisa jadi ia mandiri, tapi bisa jadi esoknya tiba-tiba ia menjadi sangat ketergantungan. Selama ini anak kita terlihat begitu pemalu, tetapi tiba-tiba pada suatu kondisi tertentu ia berubah menjadi anak yang percaya diri dan pemberani.
Sebagai makhluk hidup yang dikarunia akal pikiran, tentu perkembangan manusia sangat bisa untuk berubah-ubah. Terlebih lagi pada usia anak-anak, dimana mereka masih senang meniru dan suka bereksplorasi. Jadi tak heran, jika kita mendapati ketidakkonsistenan dalam perilaku dan karakter anak. Itulah mengapa, dalam pemetaan bakat anak, biasanya anak akan mulai terlihat bakatnya yang konsisten pada usia 14/15 tahunan. Pada rentang usia 0-15 tahun itulah, kita sebagai orangtua perlu memberikan berbagai macam kegiatan dan pengetahuan sehingga anak bisa kaya gagasan, kaya kegiatan, dan kaya pengalaman. Ketika anak sudah mengetahui dan mencoba beragam aktivitas yang bisa mengasah bakatnya, maka kita akan melihat kecenderungan bakat yang mereka tampilkan, dan anak pun akan mampu menemukan sendiri bakat yang ada dalam dirinya.
Baiklah, semoga Emak bisa konsisten menjaga semangat dalam mencatat hasil observasi perkembangan anak. Aamiin.. semangaaat!
Komentar
Posting Komentar