Resume : Great Parenting (Bagian 2)
The Power of Nerimo
Langkah pertama menuju perubahan adalah menerima. Ketika kita
mampu menerima diri kita sendiri, maka kita bisa membuka pintu gerbang menuju
perubahan. Hanya itu yang perlu kita lakukan. Perubahan bukanlah sesuatu yang
kita lakukan, tapi sesuatu yang kita izinkan.
Salah satu hal yang menghalangi kita meraih tujuan adalah
penghalang atau hambatan secara mental yang ada dalam diri kita sendiri, atau
biasa kita kenal dengan istilah Mental
Block. Berdasarkan hasil penelitian, hampir 80% keluhan fisik diakibatkan
karena diawali permasalahan dari pikiran (mental
block), dan 20% nya dikarenakan genetikal (keturunan) dan kecelakaan medis).
Tanda-tanda atau gejala psikosomatis yang menandai seseorang memiliki mental block diantaranya:
1.
Suka
lupa
2.
Susah
ingat gampang lupa
3.
Merasa
tidak punya masalah
4.
Merasa
sudah tahu
5.
Putus
asa dalam menghadapi sesuatu, misalnya: anak
6.
Gemetar
saat berbicara di depan umum
7.
Tidak
menyukai pekerjaan/teman/lingkungan
8.
Merasa
stres/depresi/phobia/trauma.
Stres dan depresi berbeda dari kadar
atau tingkat tekanannya. Jika seseorang meras tertekan tapi masih merasa
memiliki cara untuk “keluar”, itu berarti stres. Akan tetapi jika seseorang
merasa tertekan dan merasa sudah kehilangan jalan keluar, maka ia bisa
dikatakan depresi.
Phobia sendiri berbeda dengan trauma.
Phobia adalah ketakutan pada bendanya, sedangkan trauma adalah ketakutan pada
kejadiannya.
9.
Usaha
apapun selalu merasa gagal
10. Berdo’a tetapi belum merasa
dikabulkan
Mental block bisa dipengaruhi oleh beberapa
faktor, yaitu:
1.
Family (keluarga)
2.
Neighbourhoods (tetangga/lingkungan)
3.
Self Talk (anggapan terhadap diri sendiri)
Mental block terjadi pada diri melalui panca
indera:
Visual (mata) + Auditori (telinga) + Kinestetik (kulit) +
Olfactory (hidung) + Gustatory (lidah) → semua informasi dari panca indera ini
masuk ke dalam pikiran/alam sadar (conscius)
dan alam bawah sadar (subconscius).
Komentar
Posting Komentar