Deskripsi Diri - Sensitif!
Salah satu karakter yang saya rasa ada pada diri saya adalah sensitif. Secara istilah, sensitif adalah cepat menerima rangsangan atau peka. Ada banyak indikator yang membuat saya merasa bahwa saya memang orang yang sensitif, diantaranya:
1. Saya sangat mudah terbawa emosi, baik itu emosi bahagia, sedih, apalagi marah. Ketika ada hal yang membuat sedih, saya akan mudah terbawa, bahkan hingga menangis. Jangankan faktor kesedihan di dunia nyata, nonton film atau sinetron yang ceritanya mengharu biru aja suka gampang banget terbawa sedih sampe nangis. Padahal jelas-jelas itu hanya cerita fiktif.
Ketika ada orang yang membuat tidak nyaman meskipun hanya melalui kata-kata, saya akan mudah tersinggung bahkan bisa sampai sakit hati. Apalagi jika ketidaknyamanan itu bukan hanya berasal dari kata-kata, tetapi juga dari tindakan atau perilaku orang lain. Selain itu, saya tergolong orang yang bersumbu pendek alias mudah marah. Jadi dalam kondisi tertentu, ketidaknyamanan bukan hanya bisa membuat saya sedih dan sakit hati, akan tetapi juga bisa membuat saya marah.
Meskipun demikian, karena sifat ambivert yang saya miliki, saya masih bisa mengontrol dan memilah emosi marah saya sesuai waktu dan tempatnya. Saya jarang sekali marah sampai meluap-luap di depan umum. Alhasil, satu-satunya tempat yang bisa dijadikan tempat untuk mencurahkan perasaan marah itu adalah rumah. And that is a big mistake. Sampai saat ini, PR terbesar saya adalah mengelola emosi agar bisa memberikan kenyamanan bagi saya sendiri dan orang-orang di sekitar saya.
2. Ketika akan melakukan sesuatu, saya akan ribuan kali memikirkannya kembali sebelum akhirnya memutuskan untum melakukannya atau tidak. Bahkan, untuk berbicara saja sering sekali saya selalu memikirkan terlebih dahulu, apakah susunan kalimatnya benar, apakah waktunya tepat, sampai ke bagaimana kira-kira respon dari pendengarnya.
Berdasarkan riset, ternyata memang orang sensitif itu lebih pemikir dibanding yang tidak. Mereka cenderung banyak berpikir apakah hal yang diputuskan, dilakukan atau dikatakan itu salah atau tidak. Kalau tidak, mereka tetap akan memikirkan dampaknya bagi orang lain, dan berpikir apakah mereka akan menyakiti orang lain atau tidak. Yes, that's definitely me.
Beberapa indikator di atas sepertinya sudah cukup untuk menyimpulkan bahwa saya adalah orang yang sensitif. Sama seperti sifat atau karakter lainnya, saya meyakini bahwa sifat sensitif pun memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Tugas kita adalah memanfaatkan sifat sensitif yang dimiliki agar mampu memberikan kontribusi positif bagi diri sendiri dan orang lain. Keep struggling, be positive in every sensitivity.
Komentar
Posting Komentar