Deskripsi Diri - Ambivert
Proses mendeskripsikan diri sendiri ternyata tidak semudah yang dibayangkan. Apalagi jika dikaitkan dengan ilmu pengetahuan dan berbagai analisis psikologis yang diakui secara ilmiah.
Salah satu contohnya, mengenai sifat atau karakteristik pribadi. Sampai saat ini, saya masih bingung menentukan apakah saya tergolong orang yang introvert atau ekstrovert. Dari berbagai analisis tentang ciri-ciri kedua sifat tersebut, kadang saya merasa sebagai orang yang introvert. Akan tetapi, ada beberapa kriteria orang ekstrovert yang juga ada pada diri saya. Beberapa waktu kemudian, akhirnya saya baru mengetahui bahwa ada sifat yang ketiga, yaitu Ambivert. Hadirnya Ambivert ini setidaknya cukup menenangkan dan menjawab kebimbangan saya dalam memilih. Mungkin saya memang berada diantara kedua sifat itu, sehingga sulit memutuskan apakah saya introvert atau ekstrovert.
Menurut Artikel Wikipedia, Ambivert merupakan salah satu kepribadian manusia yang merupakan gabungan dari kepribadian introvert dan ekstrovert. Orang yang Ambivert suka bersosialiasi dengan orang lain, tapi dilain sisi mereka juga suka menghabiskan waktu untuk menyendiri. Berbeda dengan Ekstrovert yang suka berbicara, Ambivert cenderung pendiam pada orang yang baru dikenal. Namun jika sudah akrab, Ambivert akan berubah menjadi orang yang cerewet. Jika Ekstrovert cenderung menyukai lingkungan luar dan lebih bersosial. Atau Introvert yang lebih suka menyendiri maka Ambivert adalah gabungan dari keduanya.
Dari sekian banyak analisis mengenai ketiga sifat tersebut, sepertinya saya memang memenuhi syarat sebagai orang ambivert. Ciri-ciri ambivert yang ada pada diri saya diantaranya:
1. Tidak suka bertemu dengan orang baru ditempat yang baru.
Seorang yang Ambivert akan biasa jika bertemu orang baru di tempat yang mereka sudah mengenalinya. Hal itu dikarenakan mereka akan nyaman di tempat yang sudah di kenali. Begitupun jika bertemu dengan orang yang dikenal di tempat yang baru. Namun seorang ambivert akan merasa tidak nyaman jika bertemu orang baru di tempat yang baru juga secara bersamaan.
2. Suka berada di tengah keramaian, tapi cenderung tidak melakukan interaksi.
Seorang Introvert benci dengan keramaian, sementara seorang Ekstrovert benci dalam kesendirian. Namun Ambivert kenyataannya suka keramaian, tapi mereka tidak ingin melakukan komunikasi. Bisa dibilang, mereka seperti sedang melakukan nyepi di tengah keramaian. Mereka nyatanya menikmati situasi ini, dan juga mengamati apa yang ada di sekitar.
3. Dapat menyesuaikan kepribadian dengan lingkungan.
Orang berkepribadian Ambivert mudah membaur dilingkungan ramai maupun lingkungan yang sunyi dan menjadi penyendiri, hal itu dapat dilakukan dengan baik.
4. Menyukai keramaian, namun juga menyukai kesendirian.
Seorang Ambivert mungkin menyukai kegiatan ataupun aktivitas diluar yang ramai. Namun jika energi mereka sudah menurun, mereka akan ingin ke tempat yang sepi untuk mengistirahatkan tubuh.
5. Dapat terlibat dalam pembicaraan ringan ataupun serius.
Seorang Ambivert saat berbicara hal-hal ringan ataupun hal lainnya akan dengan mudah mengikutinya. Begitu juga dengan pembicaraan serius seperti berbicara tentang bisnis, atau hal yang serius lainnya. Orang yang Ambivert tidak keberatan dengan pembicaraan ringan ataupun serius.
6. Suasana hati mudah berubah tergantung lawan bicara.
Orang Ambivert itu fleksibel, mampu menggeser kepribadian sesuai dengan siapa mereka berbicara. Seringnya, kalau sedang berbicara dengan si ekstrovert, maka orang ambivert akan berperan sebagai lawan bicara yang introvert. Begitupun sebaliknya.
Orang ambivert tidak merasa malas menanggapi sebuah pembicaraan kecil dan ringan, yang mungkin hanyalah sebuah basa-basi. Tapi, mereka akan jauh lebih bersemangat ketika percakapan tersebut mulai merujuk pada sebuah topik yang spesifik. Namun, bila lawan bicaranya dinilai sudah tidak asyik lagi, tak segan-segan seorang ambivert akan meninggalkan lawan bicaranya.
7. Nyaman dengan lingkungan luar, namun tidak banyak berinteraksi.
Seorang ambivert menyukai keramaian, namun tidak begitu aktif berinteraksi. Bukan berarti seorang ambivert anti-sosial, namun mereka nyaman dengan keadaan seperti itu. Dalam keadaan tertentu seorang yang ambivert dapat juga menjadi aktif berinteraksi. Seperti membicarakan tentang hal yang disukai, atau hal yang menarik baginya.
8. Seorang yang ambivert dapat mengerjakan tugas individu maupun kelompok dengan baik.
Seorang introvert akan sedikit kesulitan jika mengerjakan tugas kelompok. Begitupun seorang ekstrovert akan sedikit kesulitan jika mengerjakan tugas sendiri. Maka seorang yang ambivert dapat menyesuaikan kedua kondisi tersebut. mereka tidak keberatan jika mengerjakan tugas sendiri maupun berkelompok.
9. Bingung harus menikmati waktu bersama teman atau sendiri di rumah.
Menikmati waktu bersama teman memang menyenangkan, namun menikmati waktu sendiri di rumah juga tidak kalah menyenangkan pula. Karena itu seorang ambivert terkadang bingung jika dihubungi seorang teman yang mengundangnya datang ke pesta, padahal sedang menikmati waktu sendiri di rumahnya. Pergi bersosialisasi ke luar atau bermalas-malasan di rumah, si ambivert suka dengan dua-duanya. Jadi keputusan akhir biasanya berdasarkan suasana hati.
10. Tidak selalu diam namun juga tidak terlalu berisik.
Seorang Ambivert tidak selalu diam seperti si Introvert. Namun juga tidak selalu bersuara seperti si Ekstrovert. Orang Ambivert umumnya intuitif. Seorang Ambivert tahu kapan saatnya harus angkat bicara dan kapan saatnya harus diam untuk mendengarkan. Mereka akan melakukan keduanya secara bergantian pada waktu yang tepat.
Karakter atau kepribadian seseorang tentu merupakan anugerah dari Allah SWT yang patut disyukuri. Tak ada karakter yang lebih baik dari karakter lainnya, karena semua tergantung dari bagaimana kita mensyukuri dan memaksimalkan karakter yang kita miliki agar bisa menjadikan kita sebagai manusia yang bermanfaat dan selamat di dunia maupun di akhirat.
Komentar
Posting Komentar