Kantor
Memiliki kantor atau ruang kerja sendiri merupakan salah satu impianku sejak zaman sekolah sampai kuliah. Menjadi wanita karier, bekerja kantoran dan memiliki perusahaan sendiri adalah satu diantara sekian banyak keinginan yang kutulis di buku mimpiku.
Faktanya, sehabis kuliah aku menikah, lalu memiliki anak. Sebagai seorang ibu, kesempatan untuk mewujudkan mimpi tersebut rasanya agak berat bagiku. Bukan tidak mungkin, tapi dari segala kemungkinan yang bisa terjadi, ada resiko dan konsekuensi yang harus diterima.
3 tahun setelah menikah aku memiliki kesempatan untuk bekerja di luar rumah. Meskipun bukan pekerja kantoran dan memiliki kantor sendiri, namun setidaknya aku sering menginjakkan kaki di ruangan yang disebut "kantor".wkwkwk...
7 tahun bekerja di luar rumah, akhirnya sekarang aku kembali fokus di ranah domestik. Meskipun masih tetap menerima pekerjaan freelance, namun waktuku lebih banyak kuhabiskan di rumah. Siapa sangka, akhir-akhir ini aku baru menyadari bahwa ternyata sebenarnya sudah sejak lama aku memiliki kantor sendiri. Ya, rumah adalah the real "kantor" bagiku. Suamiku adalah pimpinannya, dan akulah General Manager (GM) nya. Aku mengatur dan mengelola berbagai divisi, mulai dari divisi keuangan, operasional, SDM, sampai ke bagian kebersihan dan dapur umum 😂.
Yes, I'm a mother. Mimpiku saat ini adalah menjadi a professional mother, dan untuk mewujudkannya aku harus "bekerja" secara profesional pula. Rumah dan keluarga adalah sebaik-baiknya tempat untuk memaksimalkan peran hidupku saat ini. Dan jika kalian berkunjung ke rumahku, kalian tidak hanya akan menemukan ruang tamu, kamar tidur, kamar mandi, ruang keluarga, ruang makan, dan dapur saja. Ada satu ruang khusus yang spesial bagiku, yaitu kantor alias ruang kerja pribadiku 🥰.
Komentar
Posting Komentar