Ramadhan Day 4

4 Ramadhan 1441 H - 27 April 2020

Agak repot ternyata ya jika harus recalling atau menceritakan kembali pengalaman yang telah terjadi beberapa waktu ke belakang. Saat menulis ini, ramadhan sudah menginjak hari ke-7, sementara yang saya tuliskan adalah pengalaman shaum hari ke-4 😓. Beginilah jika selalu menunda kegiatan, akhirnya harus berpikir dan bekerja lebih keras lagi.

Baiklah, saya akan tulis hal-hal yang masih saya ingat ya..

Ramadhan ke 4 ini diawali makan sahur dengan menu semur daging sapi. Menu makan sahur kami setiap hari biasanya memang tidak akan berbeda dengan menu buka sebelumnya. Hal itu agar kami tidak harus repot lagi memasak untuk sahur.

Untuk menu buka, Ibu memasak capcay dan ikan tongkol goreng. Ya, masterchef di rumah kami adalah ibu. Jika ibu sedang malas memasak, maka jalan keluarnya adalah membeli makanan jadi.hihi.. Saya bertindak sebagai asisten semata, yang bantuin motong-motong, ngulek, atau nyuci-nyuci. Kalau saya yang harus turun tangan sendiri sih angkat tangan.. Sampai saat ini, saya masih merasa tidak berbakat dalam hal memasak. Jika disuruh memilih, saya lebih memilih dipaksa menulis daripada dipaksa memasak. Yaa walaupun sebenarnya hasil tulisannya pun biasa-biasa aja 😂. Jadi, jangan tanya saya "mau masak apa hari ini?", karena saya baru expert masak air, masak mie, dan masak telor aja. Itupun kadang telornya keasinan atau gak asin sama sekali 😚.

Alhamdulillaah, anak-anak tamat shaum sampai maghrib tanpa banyak drama. Mulai hari ini, saya ada tugas membuat proyek shooting di sekolah dari pukul 9 pagi sampai dzuhur. Anak-anak terpaksa saya ajak, walaupun agak waswas juga karena musim corona. Namun, saya coba untuk berpikir positif dengan tetap melakukan ikhtiar yang maksimal, seperti memakai masker, cuci tangan, dan lain sebagainya. Di sekolah, mereka bertemu dan bermain dengan beberapa teman, sehingga rasa lapar sepertinya tidak terlalu dirasa. "Kabrangbrangkeun" kalau kata orang sunda mah. Sepulang dari sekolah, mereka malah berpesan lagi kalau mereka ingin ikut lagi jika besok Mamanya ke sekolah lagi 😁.

Ketika tiba waktu berbuka, seperti biasa, saat tiba adzan maghrib kami iftar dengan kurma atau makanan manis lainnya. Lalu kami shalat maghrib terlebih dahulu sebelum makan besar. Ternyata, si bungsu beda sendiri. Dia tidak terlalu suka kurma ataupun makanan yang manis-manis. Akhirnya, saat maghrib, si bungsu langsung makan besar daripada ngemil segala macam. Setelah makan, barulah dia shalat maghrib dan ngemil.

Komentar

Postingan Populer