Ramadhan Day 2
2 Ramadhan 1441 H - 25 April 2020
Ramadhan hari kedua, diawali dengan makan sahur dengan menu sayur bening (oyong, wortel, daging sapi) dan ayam goreng. Anak-anak masih semangat makan sahur, walaupun sempat protes karena ayahnya gak ikut sahur. Ayahnya memang terbiasa sahur dengan minum air putih saja, berbeda dengan ibunya yang makan sahur dengan aneka jenis makanan, dan gak akan berhenti makan sampe subuh tiba. Hehe..
Hari kedua ini rupanya kebalikan dari hari sebelumnya. Saat waktu dzuhur tiba, si sulung sudah menyerah untuk berbuka. Berbeda dengan kakanya, adiknya nampak lebih siap shaum hari ini. Ia nampak tidak tergoda walaupun kakaknya makan dan minum. Tekadnya sangat kuat, karena kemarin hanya kuat sampai ashar, hari ini ia ingin tamat sampai maghrib. Benar saja, hari itu si bungsu tamat shaum.
Setelah berbuka, kami sholat isya dan sholat tarawih berjamaah di rumah. Untuk sholat wajib, ayahnya masih mencoba ikut berjamaah di masjid selama kondisi masih dirasa aman. Sementara untuk shalat tarawih, ayahnya menjadi imam di rumah. Alhamdulillaah, Allah memberi kami rezeki berbuka hari ini dengan sayur bayam dan gorengan tempe alias cipe.
Ramadhan hari kedua, diawali dengan makan sahur dengan menu sayur bening (oyong, wortel, daging sapi) dan ayam goreng. Anak-anak masih semangat makan sahur, walaupun sempat protes karena ayahnya gak ikut sahur. Ayahnya memang terbiasa sahur dengan minum air putih saja, berbeda dengan ibunya yang makan sahur dengan aneka jenis makanan, dan gak akan berhenti makan sampe subuh tiba. Hehe..
Hari kedua ini rupanya kebalikan dari hari sebelumnya. Saat waktu dzuhur tiba, si sulung sudah menyerah untuk berbuka. Berbeda dengan kakanya, adiknya nampak lebih siap shaum hari ini. Ia nampak tidak tergoda walaupun kakaknya makan dan minum. Tekadnya sangat kuat, karena kemarin hanya kuat sampai ashar, hari ini ia ingin tamat sampai maghrib. Benar saja, hari itu si bungsu tamat shaum.
Setelah berbuka, kami sholat isya dan sholat tarawih berjamaah di rumah. Untuk sholat wajib, ayahnya masih mencoba ikut berjamaah di masjid selama kondisi masih dirasa aman. Sementara untuk shalat tarawih, ayahnya menjadi imam di rumah. Alhamdulillaah, Allah memberi kami rezeki berbuka hari ini dengan sayur bayam dan gorengan tempe alias cipe.
Komentar
Posting Komentar