Rumah Tangga
Saya penasaran, mengapa sebuah kehidupan suami istri disebut dengan istilah rumah tangga? Bukan rumah kebahagiaan, rumah kasih sayang atau mungkin rumah kehidupan? 😁. Jika merujuk pada istilah lain yang menggunakan kata 'rumah', rasanya tidak ada yang terlalu aneh. Misalnya saja rumah sakit. Disebut rumah sakit karena memang tempat tersebut adalah bangunan yang diperuntukkan untuk merawat orang yang sakit. Restoran juga bisa disebut rumah makan, karena memang merupakan tempat untuk makan atau menjual makanan.
Lalu mengapa disebut rumah tangga? Padahal tak setiap rumah punya tangga, dan tangga juga bukan sesuatu yang wajib dimiliki oleh setiap pasangan suami istri. Nah, setelah membaca beberapa referensi, ternyata memang rumah tangga memiliki beberapa arti filosofis. Entah siapa orang yang pertama kali mencetuskan istilah ini, tapi yang pasti istilah ini bisa dimaknai dari beberapa sisi.
Pertama, disebut rumah tangga karena di dalam keluarga ada strata sosial khusus, dimana ada seorang Ayah, Ibu dan beberapa anak yang berstatus Kakak dan Adik. Ini menunjukkan sebuah tangga dalam tatanan keluarga. Setiap status memiliki tugas dan perannya masing-masing, sehingga itulah tangga tersebut.
Sementara pandangan kedua yaitu, karena berkeluarga menjadi sebuah strata sosial umum di masyarakat. Dimana seseorang yang sudah menikah dan berkeluarga akan mendapat pandangan dan status sosial yng berbeda di masyarakat.
Itulah kenapa keluarga atau berkeluarga disebut juga dengan istilah rumah tangga. Ketika sepasang suami istri membangun rumah tangga, mereka sedang menyusun tahta kehormatan bagi diri mereka, baik di dalam keluarga itu sendiri maupun di masyarakat. Dan ketika rumah tangga itu tidak berdiri atau dibangun dengan tidak adanya keharmonisan dan cinta kasih sayang, maka yang terjadi adalah hilangnya kehormatan dalam keluarga tersebut. Tangga itu filosofi dari sebuah kedudukan, atau yang kita pahami sebagai alat untuk naik dan turun. Naik dan turun di sini bisa dipahami sebagai naik dan turunnya kedudukan (kehormatan) seseorang.
Selain pandangan di atas, istilah rumah tangga juga dimaknai dengan bagaimana filosofi rumah tadi membawa kita menuju tangga-tangga kehidupan yang lebih baik. Tujuannya adalah naik tangga, dalam artian kualitas hidup kita menjadi lebih baik, bukan turun tangga, apalagi sampai jatuh bersama tangganya.
Dari beberapa pemikiran tersebut, bisa disimpulkan bahwa ketika kita membangun rumah tangga, maka seluruh anggota keluarga harus saling mendukung dan bekerjasama untuk menaiki tangga demi tangga kehidupan sehingga pada akhirnya bisa mencapai tangga tertinggi di tempat terindah setelah kematian. Apalagi jika bukan rumah abadi yang penuh keindahan bernama syurga 💕.
(dikutip dari beberapa sumber: https://www.kompasiana.com ,
https://irwanirawan.net)
Komentar
Posting Komentar