Belajar Menulis
Ternyata menulis itu memang tidak mudah. Tak cukup hanya bermodalkan niat dan keinginan yang kuat, tapi perlu ide, waktu, dan pikiran yang tenang untuk melakukannya. Setidaknya itulah yang sering saya alami.
Contohnya saat ini. Saya ingin sekali menulis, karena saya ingin belajar untuk menuangkan semua ide dan pikiran melalui tulisan. Namun sedari pagi, saya belum menemukan ide mengenai apa yang ingin saya tulis 😂. Akhirnya, saya tuangkan saja apa yang ada di hati saya saat ini dan mencoba mengikuti kemana alur tulisan ini akan terbawa.
Sejak kecil, sebenarnya saya senang menulis. Mungkin lebih tepatnya senang corat-coret 😪, karena memang biasanya saya menulis sesuka hati, semau gue, dan sekeburunya. Tak jauh berbeda dengan kebiasaan umum para remaja pada saat itu, saya pun senang menulis diary. Sayangnya, saya tidak pernah konsisten menulis, termasuk menulis diary.
Memasuki masa SMA, barulah saya mulai belajar menulis lebih serius. Saya tergabung dalam ekskul jurnalis, dimana salah satu fokus kegiatannya adalah mengelola mading sekolah. Disanalah saya mulai memiliki wadah untuk menyalurkan hobi menulis dan corat-coret.
Tergabung dalam ekskul jurnalis membuat saya semakin tertarik terhadap dunia jurnalistik. Dari sanalah jua saya mendapat inspirasi dalam memilih jurusan kuliah selepas lulus SMA.
Alhamdulillah setelah lulus ternyata saya diterima di IPB dengan pilihan jurusan yang saya inginkan, yaitu program studi Komunikasi. Program studi inilah yang memang menurut saya paling aman. Selain saya memang senang dengan dunia jurnalistik, di program studi ini saya bisa terbebas dari hal-hal yang berbau fisika dan kimia 😂.
Masa-masa kuliah dilalui dengan begitu indah dan menyenangkan. Selain mata kuliah Pengantar Ilmu Statistika, saya sangat menyukai hampir semua mata kuliah yang ada. Bahkan baru saat itulah saya merasa benar-benar merasakan semangat belajar yang luar biasa. Oleh karena itu, setelah lulus dari D3 IPB, saya pun begitu semangat untuk melanjutkan kuliah S1 di Universitas Padjadjaran. Di jenjang S1, saya pun memilih Fakultas Ilmu Komunikasi dengan pilihan jurusan Hubungan Masyarakat.
Kurang lebih 6 tahun mempelajari ilmu komunikasi, saya mendapatkan banyak sekali pengalaman yang luar biasa serta ilmu yang begitu bermanfaat. Salah satunya ilmu mengenai dunia tulis menulis. Namun realitanya, menulis itu memang bukan hal yang mudah. Makanya tidak semua orang jadi penulis buku 😁. Menulis itu tidak bisa hanya sekedar teori, tapi juga butuh praktik. Jangan hanya sekedar keinginan, tapi harus dilakukan. Bukah hanya dipikirkan, tapi harus dituangkan.
Saya senang menulis, jadi saya coba menulis. Menulis melatih saya untuk menjadi lebih produktif. Terlepas apakah saya berbakat menulis atau tidak, yang pasti saya berminat untuk menulis. Bukankah minat dan bakat itu adalah dua hal yang berbeda?. Kita perlu mengembangkan bakat, tanpa takut menyalurkan minat kita. Semangaaat!.
Komentar
Posting Komentar