Belajar dari Anak
"Anak kita bukan malaikat, tapi doa dan kasih sayang kita akan membuat hati dan jiwanya seperti malaikat"
Glek! Untaian kalimat itu telak menampar relung sanubariku sebagai seorang ibu. (Beuh..asa maca novel 😂)
Bagaimana tidak, dihadapkan pada dua tipikal anak lelaki yang berbeda usia dan berbeda sikap, bukan hal mudah bagi saya. Keberadaan mereka menjadi bukti nyata bahwa kehadiran anak bisa menjadi anugerah sekaligus cobaan bagi orangtuanya.
And that ever happened to me.
Anak, ternyata bukan robot yang bisa kita atur sesuka kita. Ia bukan malaikat yang selalu berbuat baik, tapi juga bukan setan yang selalu berbuat onar. Anak kita adalah manusia, sama seperti kita. Bagaimana bisa kita menuntut mereka untuk selalu berbuat seperti yang kita inginkan? Bagaimana bisa kita menuntut mereka untuk selalu terlihat baik dan menyenangkan bagi semua orang? Sementara yang mereka lihat adalah kita.
Mereka adalah cerminan saya.
Otak mereka sedang berkembang pesat. Mereka ingin selalu mencoba berbagai hal, meniru berbagai hal, dan mengeksplor segala hal. Salahkah mereka? Tidak. Mereka sedang belajar. Belajar untuk hidup. Belajar untuk survive. Apa yang mereka lihat, dengar, dan alami saat ini belumlah seberapa dibandingkan apa yang akan mereka hadapi kelak. Tugas kita menyiapkan mereka untuk itu. Anak-anak kita adalah pembelajar sejati. Adakalanya mereka manut, adakalanya mereka memberontak. Adakalanya mereka diam, adakalanya mereka agresif. Kadang mudah menangis, kadang mudah marah.
Mereka tumbuh, mereka berkembang. Bahkan terkadang perkembangan mereka begitu mengejutkan!. Misalnya dulu ketika mereka sekolah TK, di tahun pertama sekolahnya si anak bisa jadi lebih sering menangis karena "kasih sayang" temannya. Akan tetapi, siapa yang menyangka jika di tahun berikutnya, giliran si anak yang sering membuat temannya menangis 😂 . Bisa jadi anak yang sebelumnya lebih banyak diam dan malu-malu, sekarang sudah menjadi lebih aktif dan agresif.
Actually, begitulah umumnya yang terjadi pada setiap anak, mereka akan berkembang dan berubah, karena sekali lagi, mereka bukan robot. Kita dan orang-orang dewasa lah sebenarnya yang kadang terlalu lebih banyak menuntut daripada menuntun, sehingga kita akhirnya capek sendiri. Padahal kehadiran mereka adalah untuk membuat kita belajar banyak hal.
Berdo'a, bersyukur, berpikir positif, dan belajar tanpa henti, saya rasa harus selalu dilakukan oleh setiap Ibu di dunia ini. Karena menjadi Ibu itu luar biasa!
Komentar
Posting Komentar