Jurnal Traveller 1-3
Sebagai salah satu project SuperKamp, masing-masing traveller dipersilakan untuk membuat Jurnal Traveller setiap minggunya. Jurnal ini berisi aliran rasa atau insight yang didapat selama 1 minggu mengikuti kegiatan SuperKamp. Berikut adalah rangkuman jurnalku selama 3 minggu pertama di superKamp:
Minggu ke 1
• Cerita Komunitas Lintas Negara
Berada di SuperKamp membuatku merasa Bahagia. Berkumpul bersama teman-teman lintas regional dan bahkan lintas negara membuatku merasakan betapa luasnya dunia ini. Seperti pekan lalu, saat menyimak cerita luar biasa dari Mbak Halida yang tinggal di belahan dunia lain. Ada banyak hikmah dan pelajaran yang bisa aku dapatkan dari ‘perjalanan’ kali ini. Salah satunya adalah tentang rasa syukur. Ya, salah satu kunci kebahagiaan adalah rasa syukur. Bersyukur dimanapun kita berada, agar kita mampu memaksimalkan kesempatan yang ada dan menjalaninya dengan Bahagia.
• Cerita Dapur Manop Pusat
Perjalanan dilanjutkan dengan berkunjung ke dapur operasional komunitas pusat. Kunjungan ini akhirnya mengobati rasa kepenasarananku akan peran manajer operasional dalam komunitas. Rasa Bahagia, kagum, dan takjub pun bercampur menjadi satu. Kagum dan takjub karena bertemu dengan ibu-ibu hebat yang selama ini menjalankan peran operasional komunitas dengan luar biasa. Di balik segala kesibukan domestiknya, mereka masih tetap semangat menjalankan perannya. Meski ada banyak tantangan yang harus dihadapi, namun mereka tetap menikmati perannya dengan bahagia. Salut!
Minggu ke 2
• Cerita Komunitas Lintas Regional
Setelah minggu kemarin travelling lintas negara, minggu ini kita travelling lintas regional bersama Tour Leader yang kece abis, Mbak Puspa Fajar atau yang lebih akrab dipanggil Mbak Sha. Mbak Sha ini bisa dibilang tinggal nomaden, sering berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya. Meskipun demikian, Mbak Sha ternyata tetap menikmati proses itu. Beraddaptasi dengan lingkungan baru tak lantas membuatnya Lelah dan menyerah, tapi justru semakin membuatnya bersyukur. Cerita Mbak sha membuatku semakin tersadar bahwa apa yang terjadi dengan diri kita saat ini adalah sebuah petunjuk agar kita mampu menjalankan peran peradaban yang telah Allah titipkan pada kita. Jadi, mari kita berbahagia dengan keistimewaan kita masing-masing.
• Ngobrol di Common Rooms
Perjalanan selanjutnya, aku bersama traveller lainnya melakukan pertemuan virtual melalui zoom meeting di Common Rooms. Disini kita dibagi menjadi beberapa kelompok, lalu masing-masing keloompok mendiskusikan topik yang dipilih. Tema diskusinya adalah “Andai Aku menjadi Leader”, dan topik yang dibahas adalah tentang bagaimana menghadapi member silent reader dan 4L alias lo lagi lo lagi. Setelah berdiskusi, lalu maisng-maisng perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diskusi di ruang utama. Ngobrol di Common Rooms ini membuatku belajar untuk berani mengeluarkan pendapat, mendengarkan pendapat orang lain, dan belajar berkolaborasi untuk menyelesaikan suatu masalah.
• Cerita Dapur Medkom Komunitas
Minggu ini para traveller SuperKamp Homestay lagi nih!. Menginap selama 2 hari untuk menyerap energi dari tim dapur media komunikasi (medkom) kampung komunitas pusat. WOW! Adalah ekspresi pertamaku Ketika menginjakkan kaki disana. Aku yang memang sangat tertarik dengan per’medkom’an merasa sangat bersyukur bisa travelling kesana. Banyak sekali oleh-oleh yang kudapat, karena memang materi yang didapat selama menginap disana sungguh ‘mundel pisan’. Aku belajar bagaimana membuat konten media, menentukan konsep desain, copywriting, hingga memahami workflow dalam sebuah teamwork. Serunya lagi, aku bisa langsung belajar mempraktikkan materi yang sudah didapat dengan mengikuti challenge dari tim medkom. Meski ada beberapa lika-liku dalam pengerjaannya, tapi justru itulah yang semakin membuatku banyak belajar.
Minggu ke 3
• Cerita Guide
Kali ini aku dan teman-teman travellers berkesempatan untuk mendengarkan cerita tentang perjuangan member Ibu Profesional dalam mengembangkan komunitas di daerahnya. Mereka adalah Mbak Wahyu dan Mbak Evi, para tour guide di SuperKamp yang memiliki pengalaman seru menjadi ‘Assabiqunal Awwalun’. Mbak Wahyu dengan kisahnya di regional Solo Raya, dan Mbak Evi dengan ukiran sejarahnya di regional Lampung. Cerita mereka yang penuh inspirasi menjadi sebuah potret indah tentang bagaimana tumbuh dan bahagia dalam berkarya dan berbagi di kampung komunitas. Beruntungnya aku bisa bertemu dan mengenal dua sosok hebat dan luar biasa yang berada di balik nama besar dua regional Ibu Profesional.
• Cerita Dapur Humas Komunitas
Setelah pekan lalu mengunjungi dapur manop dan dapur medkom, pekan ini aku dan para travellers melakukan homestay di Studio Umas Komunitas. Dipandu oleh Mbak Sha dan Mbak Tri Mukti a.k.a Micha, kami dikenalkan dengan filosofi humas dan peran keberadaannya di Ibu Profesional. Dibanding divisi lainnya, Humas merupakan anak bungsu dari Ibu Profesional. Meskipun demikian, Humas telah menelurkan beberapa program seperti Ipedia, Apa Kabar Sahabat, dan program lainnya yang digagas Humas Pusat maupun Humas Regional. Pembahasan tentang Humas memang selalu berhasil membuatku berbinar. Semakin berbinar saat menyadari bahwa di Ibu Profesional ini aku bisa menebalkan myelin dan memperkuat pengetahuanku tentang kehumasan.
• KLIP : Dari Regional untuk Ibu Profesional
Tahun 2020 mengukir catatan sejarah yang sangat Panjang bagiku. Di tahun ini ada banyak hal baru yang kulakukan, diantaranya adalah bergabung di Komunitas Literasi Ibu Profesional (KLIP). KLIP menjadi salah satu media bagiku untuk melatih diri agar lebih produktif menulis. Blog ini adalah salah satu perwujudannya. Alhamdulillah di SuperKamp ini aku mendapatkan kesempatan untuk bertemu dengan Mbak Shanty, inisiator KLIP. Pada sesi ngobrol kemarin, barulah aku tahu sejarah terbentuknya KLIP hingga perjalannya sampai saat ini. Mendengar cerita beliau, rasanya aku semakin semangat untuk menulis. Terima kasih Mbak Shanty, telah menginisiasi sebuah ruang menulis bagi kami, terutama bagi diriku; seorang emak yang bermimpi untuk menjadi penulis, tapi masih sering mager buat nulis.hihi
Komentar
Posting Komentar